Follow Up, Langkah Penting untuk Terjadi Penjualan
MANDIRI PROPERTI - Memasarkan suatu produk perumahan memerlukan keahlian tersendiri, keahlian yang dikombinasikan dengan daya juang pantang menyerah, terutama keahlian dan persistence dibutuhkan pada saat daya beli masyarakat terhadap properti hunian sedang menurun.
Adalah wajib hukumnya bagi marketing gigih dalam memasarkan produknya, karena untuk menemukan konsumen dan membuat mereka membeli bukanlah pekerjaan sehari dua hari.
Pembeli perumahan, apalagi perumahan yang berada di lokasi yang terdapat beberapa pilihan bagi konsumen, memerlukan waktu untuk memutuskan memilih perumahan yang mana. Banyak hal yang menjadi pertimbangan mereka, diantaranya tentang harga, lokasi, fasilitas, cara bayar, tema arsitektur, dan lain-lain.
Tak ketinggalan performa developer juga nggak bisa diremekan, performa berhubungan dengan rekam jejak dalam mengembangkan proyek sebelumnya. Intinya kita harus menyampaikan pesan kepada konsumen bahwa perumahan kita memang pantas untuk mereka beli.
Sesudah mendapatkan konsumenpun juga masih ada langkah lanjutan yang mesti dilakukan oleh seorang marketing, utamanya follow up agar informasi dan efek psikologis tidak terputus.
Follow up dilakukan dalam jangka waktu tertentu dimana tenaga pemasaran perumahan sudah mesti memiliki program follow up untuk tiap konsumen. Follow up dilakukan dengan persiapan matang, baik dari segi :
psikologis
interval waktu
materi dan
teknisnya
psikologis
interval waktu
materi dan
teknisnya
Dalam ilmu marketing, follow up diposisikan sebagai langkah strategis untuk terjadi penjualan karena jarang sekali konsumen langsung memutuskan membeli pada pandangan pertama apalagi terhadap produk dengan nilai nominal besar dan menjadi kebutuhan pokok.
Disinilah dituntut keahlian dari tenaga pemasar proyek. Tenaga marketing yang bagus harus mengerti bagaimana cara menfollow up konsumen, follow up dilakukan terprogram dan terkesan tidak mendesak, meneror dan memaksa.
Intinya memang memaksa konsumen untuk membeli tapi dengan cara halus sehingga konsumen tidak sadar bahwa mereka digiring untuk membeli.
Berempati dengan konsumen
Oleh karena itu diperlukan tenaga marketing yang mampu meyakinkan konsumen. Keyakinan konsumen akan timbul apabila si marketing mampu memahami keinginan konsumen, ber-empati terhadap kesulitan-kesulitan mereka dan memberikan solusi terhadap permasalahan mereka, jadi tidak melulu membicarakan tentang produknya.
Jika sudah terbangun keyakinan konsumen maka konsumen akan membuka diri, mereka akan menerima masukan-masukan yang diberikan dan merasakan bahwa kehadiran tenaga marketing sebagai problem solver bagi mereka, dan closing bisa terjadi pada akhirnya.
Pastikan tenaga marketing memahami product knowledge
Selain mengerti tata cara pendekatan terhadap konsumen tenaga penjual harus lebih dahulu menguasai product knowledge, tidak mesti sangat fasih layaknya seorang Doktor di bidang pemasaran ketika membahas tentang keunggulan kompetitif dari proyeknya. Namun tentu saja mesti didukung marketing tools yang tepat sebagai pelengkap.
Terimah kasih,Semoga bermanfaat...!
Komentar
Posting Komentar